asuransi asuransi kesehatan asuransi prudential asuransi car asuransi sinar mas asuransi adalah asuransi mobil asuransi allianz asuransi syariah asuransi jiwa asuransi cigna asuransi kesehatan terbaik asuransi pendidikan asuransi jiwasraya asuransi astra asuransi perjalanan asuransi aia asuransi jasindo asuransi ramayana asuransi aca asuransi manulife asuransi axa mandiri asuransi generali asuransi abda asuransi raksa asuransi mobil all risk asuransi motor asuransi terbaik di indonesia asuransi axa asuransi mag asuransi all risk asuransi takaful asuransi jne asuransi kesehatan keluarga asuransi jiwa terbaik asuransi garda oto asuransi tokio marine asuransi jasa raharja asuransi wahana tata asuransi kendaraan asuransi pendidikan bri asuransi tlo asuransi inhealth asuransi pendidikan prudential asuransi zurich asuransi avrist asuransi sun life asuransi pan pacific asuransi reliance asuransi kesehatan allianz asuransi kendaraan bermotor asuransi rumah asuransi di indonesia asuransi sompo asuransi dalam islam garansi xiaomi asuransi tri pakarta asuransi kesehatan murah asuransi mandiri asuransi menurut islam asuransi rawat jalan asuransi kecelakaan asuransi jiwa prudential asuransi aia 7 tahun asuransi pertanian asuransi tugu pratama asuransi terbaik di dunia asuransi mnc asuransi sinarmas msig asuransi pendidikan bni asuransi hp asuransi lippo asuransi unit link asuransi
Masalah Air di Venezuela Membuat Orang Kaya dan Orang Miskin Bersatu
Krisis yang dialami Venezuela berimbas pada beberapa sektor. Salah satunya adalah listrik yang sering mengalami pemadaman.
Akibat pemadaman listrik yang terjadi di Venezuela membuat warganya kini berada dalam momen menakutkan baru: kelangkaan air besar-besaran.
Tidak adanya air yang mengalir menyatukan semua kasta. Baik yang kaya maupun miskin kini sama-sama mengantre demi air yang hanya dipakai menyiram toilet.
Di perbukitan Petare dekat ibu kota Caracas, kawasan kumuh terbesar di negara itu dengan populasi mencapai 500.000 jiwa, ratusan orang mengantre setiap hari di dua sumur.
Dilansir AFP Rabu (3/4/2019), setiap orang membawa barang apapun yang bisa menampung air; tong, kaleng, botol.
Saat tiba gilirannnya, mereka akan menimba sebanyak mungkin. Tentu, air di sumur itu tidak bisa diminum.
Namun, setidaknya warga bisa menggunakannya untuk keperluan lain seperti mandi atau membersihkan toilet.
Selama sebulan terakhir, mati lampu membuat Venezuela kacau-balau karena putusnya listrik di pompa air menyebabkan pasokan air bersih terganggu.
Salah satu warga Ernestine Velasco yang tinggal di Distrik March 24 mengatakan, kehidupan mereka pasca-tak ada air benar-benar mengerikan.
"Tidak ada air, tidak ada listrik, mati lampu, makanannya mulai membusuk, tidak ada kendaraan. Benar-benar buruk," keluh nenek 78 tahun itu.
Selain Velasco, Carmen Moncada mengeluh mereka mengalami kekeringan sehingga berhadap perusahaan air setempat bisa segera memulihkan pasokan.
Sementara Distrik El Valle yang berlokasi agak jauh, penduduk di sana menggali lubang sendiri dan mengambil air untuk keperluan toilet mereka.
Presiden Nicolas Maduro telah memerintahkan sistem penjatahan listrik pada Mei nanti untuk memberi waktu bagi teknisinya memperbaiki gardu yang bermasalah.
Selain itu, Maduro juga menginstruksikan agar jam kerja karyawan dipotong sehingga mereka bisa pulang sebelum gelap, dan sekolah ditutup selama pemadaman berlangsung.
Di taman Caracas, seorang pengacara dari kawasan La Castellana datang dan hendak membeli satu mobil tanker untuk apartemennya.
"200 dollar AS (sekitar Rp 2,8 juta) untuk Castellana," ujar sopir truk dengan cepat sembari menunjuk kapasitas 8.000 liter yang dibawanya.
Meski gaji rata-rata di Venezuela adalah 5 dollar AS (sekitar Rp71.000) per hari, pengacara itu tidak mengeluh atau mencoba menawar.
"Ini adalah harga yang harus kami bayar jika ingin tetap tinggal di Venezuela," kata si pengacara yang menolak memberi identitasnya itu.
Nasib pengacara itu masih lebih baik daripada Carmen Veliz yang tinggal di March 24 yang mengaku air tidak mereka dapat selama "berbulan-bulan".
"Apa yang pemerintah lakukan? Tidak ada. Mereka tidak akan menolong kami.
"Tidak ada seorang pun yang akan melakukannya," katanya. (Ardi Priyatno Utomo/Kompas.com)
Related Post
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments