asuransi asuransi kesehatan asuransi prudential asuransi car asuransi sinar mas asuransi adalah asuransi mobil asuransi allianz asuransi syariah asuransi jiwa asuransi cigna asuransi kesehatan terbaik asuransi pendidikan asuransi jiwasraya asuransi astra asuransi perjalanan asuransi aia asuransi jasindo asuransi ramayana asuransi aca asuransi manulife asuransi axa mandiri asuransi generali asuransi abda asuransi raksa asuransi mobil all risk asuransi motor asuransi terbaik di indonesia asuransi axa asuransi mag asuransi all risk asuransi takaful asuransi jne asuransi kesehatan keluarga asuransi jiwa terbaik asuransi garda oto asuransi tokio marine asuransi jasa raharja asuransi wahana tata asuransi kendaraan asuransi pendidikan bri asuransi tlo asuransi inhealth asuransi pendidikan prudential asuransi zurich asuransi avrist asuransi sun life asuransi pan pacific asuransi reliance asuransi kesehatan allianz asuransi kendaraan bermotor asuransi rumah asuransi di indonesia asuransi sompo asuransi dalam islam garansi xiaomi asuransi tri pakarta asuransi kesehatan murah asuransi mandiri asuransi menurut islam asuransi rawat jalan asuransi kecelakaan asuransi jiwa prudential asuransi aia 7 tahun asuransi pertanian asuransi tugu pratama asuransi terbaik di dunia asuransi mnc asuransi sinarmas msig asuransi pendidikan bni asuransi hp asuransi lippo asuransi unit link asuransi

Es di Everest Mencair, Jasad Pendaki Mulai Bermunculan


Kegiatan mendaki gunung bukan hal yang mudah, butuh mental yang kuat serta fisik yang bugar. Terutama ketika mendaki gunung dengan cuaca yang ekstrim. Bagi pendaki gunung sejati semakin menantang sebuah pendakian akan menjadi sebuah tujuan yang paling mereka impikan.

Salah satunya Gunung Everest, selain memiliki tantangan gunung everest juga dikenal sebagai puncak tertinggi dunia. Wajar banyak pendaki yang ingin melaluinya.

Namun hampir semua orang tahu, medan yang sulit serta cuaca ekstrim yang terjadi di Everest menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tidak sembarangan orang dapat mendakinya.

Tak terhitung berapa banyak pendaki yang sudah meregang nyawa ketika berusaha menggapai puncak Everest. Meski begitu, masih banyak orang yang bercita-cita untuk menaklukkan gunung cantik ini.

Kini, gletser di Everest perlahan-lahan sudah mulai mencair akibat pemanasan global. Hal ini menyebabkan banyak mayat pendaki yang mulanya terkubur di bawah lapisan salju mendadak muncul ke permukaan. Waduh harus siap mental, nih!


"Karena pemanasan global, lapisan es dan gletser mencair dengan cepat dan jasad yang terkubur selama bertahun-tahun kini muncul. Kami telah membawa turun jasad beberapa pendaki gunung yang meninggal dalam beberapa tahun terakhir, tetapi yang lama terkubur sekarang keluar,” ujar Ang Tshering Sherpa, mantan presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal.

Membawa turun jasad pendaki Everest tidaklah mudah. Hukum Nepal mengharuskan adanya keterlibatan lembaga pemerintah untuk membawa turun jenazah pendaki dari Everest. Hal ini masih menjadi tantangan tersendiri dalam mengevakuasi jenazah. Ditambah kini banyak jasad yang mulai terekspos di area base camp.


Selain itu, medan di Everest terkenal sulit terutama pada ketinggian 8.700 mdpl, ketinggian yang mendekati puncak. Mereka harus membawa tubuh yang beku dan beratnya menjadi dua kali lebih berat dari berat aslinya. Biayanya juga cukup mahal yaitu sekitar 40.000 hingga 80.000 USD hanya untuk menurunkan mayat. Mahal juga, ya? Tapi setara dengan tingkat kesulitannya, sih.

"Tubuh itu benar-benar beku dan beratnya 150 kg dan harus diturunkan dari tempat yang sulit di ketinggian itu,” ujar Ang.

Jasad-jasad ini banyak bermunculan di area base camp. Selama beberapa tahun terakhir, di Gletser Khumbu juga banyak ditemukan tangan dan kaki jenazah pendaki.

"Kami memperhatikan bahwa level es di dan sekitar base camp telah turun, dan itulah sebabnya mayat-mayat itu menjadi terbuka,” ujar salah seorang pejabat non-pemerintah di wilayah Everest.


Dilansir dari BBC.com, tidak semua jasad itu muncul akibat melelehnya gletser. Pergerakan Gletser Khumbu juga memengaruhi kemunculan jasad pendaki. Para peneliti menemukan bahwa suhu es di Everest menjadi lebih hangat daripada sebelumnya.

Suhu minimum es hanya sekitar -3,3 celcius dan lebih hangat dari rata-rata suhu udara tahunan. Hal ini tentu menyebabkan gletser mencair lebih cepat dan mencapai tingkat yang berbahaya.


Dengan adanya kemunculan jasad pendaki ini, para pendaki lainnya harus menyiapkan mental jika suatu saat menemukan jasad pendaki yang sudah tewas. Sebenarnya para pejabat pariwisata di Nepal kebingungan apakah mereka harus memindahkan jasad itu atau tidak. Karena pemindahan ini merupakan masalah yang sangat pribadi.

0 comments

Selamat Datang